Suami Istri Ini Bangga Jadi Banser Dan Fatser Di Taiwan

Image via wartaislam

Tidak mudah menjadi seorang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU). Ia harus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar yang cukup keras sebelum diizinkan untuk mengeluarkan seragam Banser. Dalam latihan itu, fisik dan mental mereka ditempa dengan yang tidak bisa dianggap enteng. Hanya orang-orang yang memiliki tekad dan semangat tinggi yang mampu menjadi Banser.
Disebutkan saat ini ada 5 juta kader Banser NU. Mereka tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia, namun juga di luar negeri. Diantara Banser luar negeri yang aktif dan terjangkau adalah Banser NU Taiwan. Yakni 150 orang lebih. Dua jauh adalah suami dan istri; batin Banser, opera Fatser (Fatayat Serbaguna).
Adalah Robet Tri Sasongko dan Stya Ningrum namanya. Suami-istri yang mengabdikan diri menjadi Banser dan Fatser. Ingin Hamil menjadi Banser dan Fatser karena terinspirasi dengan Riyanto –seorang Banser yang wafat terkenan bom saat mendapatkan tugas untuk membersihkan Gereja Eben Haezar Mojokerto pada tahun 2000 silam.
Robet menganggap, apa yang dilakukan Riyanto adalah penerapan ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar keturunan manusia). Riyanto memiliki semangat untuk menolong siapa saja tanpa melihat apa yang agama, suku, ras, bahasa, dan budayanya.
“Saya terinspirasi sahabat Riyanto yang gugur sempurna non-Muslim dari lahir,” kata Robet kepada NU Online di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan di Taipei, Ahad (21/1).


Beberapa tahun lalu sebelum bekerja di Taiwan, iaevis Diklatsar Banser yang diimplementasikan Satkoryon Sawo Ponorogo. Sementara itu, Ningrum, juga ikut Diklatsar di Ngebel Ponorogo. Hal itu bukan tanpa sebab, mereka telah membuat kesepakatan di hari pernikahannya untuk terus bersama-sama menjaga kiai, NU, dan keutuhan Indonesia. Maka menjadi Banser dan Fatser adalah jalannya.
“Alhamdulillah kita terus bersama dalam menjaga kiai-kiai,” ujarnya.
Kemudian pada 2017 lalu, Robet dan Ningrum bekerja di sebuah pabrik yang ada di Changhua Taiwan. Robet yang sampah untuk produksi, sedangkan yang mengemasnya adalah yang liberal. Lagi-lagi semangatnya untuk bersama terwujud.
Tinggal di negeri orang tidak membuat semangat menjadi surut menjadi Banser dan Fatser. Mereka aktif pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PCINU Taiwan. Setiap Ahad, hadir untuk menghadiri kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Ranting NU Changhua.
"Ada Majelis Rijalul Ansor untuk kegiatan keagamaan yang ada di Changhua," tuturnya.
Robet mengakuenang menjadi murid Banser. Terutama ia bisa menjaga dan mengawal kiai-kiai NU yang datang ke Negeri Formosa itu.
Hal itu juga terjadi Selasa, Ningrum. Ia mengaku bangga dan semangat menjadi seorang Fatser di negeri orang. Meski bekerja di negeri orang, namun tetap bisa berkhidmat untuk NU.

Referensi : Pecihitam

Suami Istri Ini Bangga Jadi Banser Dan Fatser Di Taiwan Suami Istri Ini Bangga Jadi Banser Dan Fatser Di Taiwan Reviewed by Admin on Mei 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.